Thursday, July 20, 2017

APA ITU GEOLOGI?

Geologi adalah ilmu yang mempelajari  tentang bumi (baik itu proses pembentukan, dinamika yang terjadi waktu lampau maupun sekarang, hingga apa saja yang terkandung dan hasil dari dinamika proses tersebut).Geologi secara etimologi berasal dari bahasa Yunani “geos” yang berarti bumi dan “logos” yang berarti ilmu. Berbicara masalah ilmu ini sangat kompleks karena selalu berhubungan dengan tiga ilmu utama yang didapat sewaktu di sekolah menengah, yaitu biologi, fisika, dan kimia.

Beberapa ilmu utama yang dipelajari dalam jurusan ini, antara lain:
  1. Kristalografi dan mineralogi adalah ilmu yang mempelajari mengenai bentuk dasar kristal dan mineral, pembentukan, serta kegunaannya dalam aplikasi disiplin ilmu lainnya.
  2. Petrologi adalah ilmu yang mempelajari tentang proses pembentukan batuan secara fisik, kimia maupun biologi
  3. Paleontologi adalah ilmu yang mempelajari tentang kehidupan/sisa mahkluk hidup yang terawetkan (terfosilkan)
  4. Stratigrafi adalah ilmu yang mempelajari tentang prinsip dasar pembentukan strata/lapisan batuan di bumi
  5. Geomorfologi adalah ilmu yang mempelajari tentang bentuk/roman muka bumi hasil dinamika proses endogen maupun eksogen
  6. Geologi struktur adalah ilmu yang mempelajari tentang dinamika structural bumi dari proses sampai hasildari dinamika tersebut seperti lipatan dan patahan
  7. Geofisika adalah ilmu yang mempelajari sifat fisik bumi berdasarkan prinsip-prinsip dasar fisika seperti kemagnetan, gelombang dan sebagainya
  8. Geokimia adalah ilmu yang mempelajari sifat kimia bumi berdasarkan prinsip-prinsip kimia dasar seperti isotope, unsur, senyawa, dan sebagainya
  9. Geodesi adalah ilmu yang mempelajari pemetaan dan permodelan bawah maupun atas peermukaan bumi dengan prinsip-prinsip dasar matematika
  10. Hidrogeologi adalah ilmu yang mempelajari tentang siklus air di bawah maupun di permukaan bumi
  11. Vulkanologi adalah ilmu yang mempelajari tentang proses dan pembentukan gunung api serta mitigasi bencana gunung api
  12. Geologi teknik adalah ilmu yang mempelajari sifat fisik batuan dan hubungannya dengan aplikasi ke arah teknik sipil
Masih banyak lagi ilmu yang dipelajari dalam jurusan ini, beberapa yang disebutkan merupakan ilmu dasar yang digunakan nantinya dalam aplikasi di dunia kerja. Semakin mahir di salah satu bidang maka nilai jual di dunia kerja akan semakin tinggi. Sebagai contoh seperti seorang lulusan hukum yang ahli di bidang kenotariatan atau dokter yang ahli bedah syaraf.

Berbicara mengenai lapangan pekerjaan, tentu sangat luas apabila mau lebih dalam lagi mencari tahu. Untuk lulusan fresh graduate umumnya akan menjadi  karyawan di suatu perusahaan yang tentunya harapan di perusahaan bonafide. Secara umum akan bekerja pada bidang-bidang sebagai berikut:
  1. Geothermal & petroleum industry : industri yang paling banyak diminati para lulusan baru karena sangat menjanjikan dari segi salary, benefit, sampai jenjang karir. Lulusan baru rata-rata akan ditempatkan sebagai mudlogger, wellsite geologist, dan exploration geologist
  2. Mining & metal industry : industri yang sebagian besar banyak terdapat lulusan geologi karena sebagai pencari sumber daya alamnya. Lulusan baru rata-rata akan ditempatkan sebagai exploration geologist, mine geologist, dan mine planning engineer
  3. Pemerintahan : Kementerian ESDM, Pusat Survey dan Geologi, SKK Migas, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi,
  4. Tenaga pendidik dan riset : dosen maupun guru sekolah menengah (dengan syarat terntentu), LIPI

Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi para pembaca sekalian 😉



Sumber :



Saturday, June 29, 2013

BENTUKAN ASAL DENUDASIONAL

Hasil pengerjaan dan proses utama pada lapisan utama kerak bumi akan meninggalkan kenampakan bentuk lahan tertentu disetiap roman muka bumi ini . Kedua proses ini adalah proses endogen (berasal dari dalam) dan proses eksogen (berasal dari luar). Perbedaan intensitas, kecepatan jenis dan lamanya salah satu atau kedua proses tersebut yang bekerja pada suatu daerah menyebabkan kenmapakan bentuk lahan disuatu daerah dengan daerah lain umumnya berbeda. Dilihat dari genesisnya (kontrol utama pembentuknya ), bentuk lahan dapat dibedakan menjadi
1.      Bentuk asal struktural
2.      Bentuk asal vulkanik
3.      Bentuk asal fluvial
4.      Bentuk asal marine
5.      Bentuk asal pelarutan karst
6.      Bentuk asal aeolen & glasial
7.      Bentuk asal denudasional 

Definisi Bentukan Asal Denudasional

Denudasi berasal dari kata dasar nude yang berarti telanjang, sehingga denudasi berarti proses penelanjangan permukaan bumi. Bentuk lahan asal denudasional dapat didefinisikan sebagai suatu bentuk lahan yang terjadi akibat proses-proses pelapukan, erosi, gerak masa batuan (mass wating) dan proses pengendapan yang terjadi karena agradasi atau degradasi (Herlambang, Sudarno. 2004:42). Proses degradasi cenderung menyebabkan penurunan permukaan bumi, sedangkan agradasi menyebabkan kenaikan permukaan bumi. Ciri-ciri dari bentuk lahan yang asal terjadi secara denudasioanal, yaitu:
  1. Relief sangat jelas: lembah, lereng, pola aliran sungai.
  2. Tidak ada gejala struktural, batuan massif, dep/strike tertutup.
  3. Dapat dibedakan dengan jelas terhadap bentuk lain
  4. Relief lokal, pola aliran dan kerapatan aliran menjadi dasar utama untuk merinci satuan bentuk lahan
  5. Litologi menjadi dasar pembeda kedua untuk merinci satuan bentuk lahan. Litologi terasosiasi dengan bukit, kerapatan aliran,dan tipe proses.
Proses Terbentuknya Bentuk Lahan Asal Denudasional

Denudasi meliputi proses pelapukan, erosi, gerak masa batuan (mass wating) dan proses pengendapan/sedimentasi.
1. Pelapukan
Pelapukan (weathering) dari perkataan weather dalam bahasa Inggris yang berarti cuaca, sehingga pelapukan batuan adalah proses yang berhubungan dengan perubahan sifat (fisis dan kimia) batuan di permukaan bumi oleh pengaruh cuaca. Secara umum, pelapukan diartikan sebagai proses hancurnya massa batuan oleh tenaga Eksogen, menurut Olliver(1963) pelapukan adalah proses penyesaian kimia, mineral dan sifat fisik batuan terhadap kondisi lingkungan di sekitarnya. Akibat dari proses ini pada batuan terjadi perubahan warna, misalnya kuning-coklat pada bagian luar dari suatu bongkah batuan. Meskipun proses pelapukan ini berlangsung lambat, karena telah berjalan dalam jangka waktu yang sangat lama maka di beberapa tempat telah terjadi pelapukan sangat tebal. Ada juga daerah-daerah yang hasil pelapukannya sangat tipis, bahkan tidak tampak sama sekali, hal ini terjadi sebagai akibat dari pemindahan hasil pelapukan pada tempat yang bersangkutan ke tempat lain. Tanah yang kita kenal ini adalah merupakan hasil pelapukan batuan.
     2. Gerakan massa batuan (mass wasting)
Mass wasting yaitu perpindahan atau gerakan massa batuan atau tanah yang ada di lereng oleh pengaruh gaya berat atau gravitasi atau kejenuhan massa air. Ada yang menganggap masswasting itu sebagai bagian dari pada erosi dan ada pula yang memisahkannya. Hal ini mudah difahami karena memang sukar untuk dipisahkan secara tegas, karena dalam erosi juga gaya berat batuan itu turut bekerja.
3. Erosi
Erosi adalah suatu proses geomorfologi, yaitu proses pelepasan dan terangkutnya material bumi oleh tenaga geomorfologis baik kekuatan air, angin, gletser atau gravitasi. Faktor yang mempengaruhi erosi tanah antara lain sifat hujan, kemiringan lereng dari jaringan aliran air, tanaman penutup tanah, dan kemampuan tanah untuk menahan dispersi dan untuk menghisap kemudian merembeskan air kelapisan yang lebih dalam.
4. Sedimentasi atau Pengendapan
Sedimentasi adalah proses penimbunan tempat-tempat yang lekuk dengan bahan-bahan hasil erosi yang terbawa oleh aliran air, angin, maupun gletser (Suhadi Purwantara, 2005:74). Sedimentasi tidak hanya terjadi dari pengendapan material hasil erosi saja, tetapi juga dari proses mass wasting. Namun kebanyakan terjadi dari proses erosi. Sedimentasi terjadi karena kecepatan tenaga media pengangkutnya berkurang (melambat). Berdasarkan tenaga alam yang mengangkutnya sedimentasi dibagi atas : Sedimentasi air sungai (floodplain dan delta), air laut, angin, dan geltsyer.

Contoh Satuan Bentuklahan Bentukan Asal Denudasional
  1. Perbukitan Sisa Terpisah (inselberg) : apabila bagian depan (dinding) pegunungan/perbukitan mundur akibat proses denudasi dan lereng kaki bertambah lebar secara terus menerus akan meninggalkan bentuk sisa dengan lereng dinding yang curam. Bukit sisah terpisah atau inselberg tersebut berbatu tanpa penutup lahan (barerock) dan banyak singkapan batuan (outcrop). Kenampakan ini dapat terjadi pada pegunungan/perbukitan terpisah maupun pada sekelompok pegunungan/perbukitan, dan mempunyai bentuk membulat. Apabila bentuknya relative memanjang dengan dinding curam tersebut monadnock. 
  2. Kerucut Talus (Talus cones) atau kipas koluvial (coluvial van) : mempunyai topografi berbentuk kerucut/kipas dengan lereng curam (350). Secara individu fragmen batuan bervariasi dari ukuran pasir hingga blok, tergantung pada besarnya cliff dan batuan yang hancur. Fragmen berukuran kecil terendapkan pada bagian atas kerucut (apex) sedangkan fragmen yang kasar meluncur ke bawah dan terendapkan di bagian bawah kerucut talus.




Sumber :
http://udhnr.blogspot.com
http://geoenviron.blogspot.com/2011/12/geomorfologi-bentuklahan-denudasional.html&docid=XNoUWqyHO0feQM&imgurl=https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjFDUp1N35aRe4Krchk80Isqq1yzf_TV4uRJvLEPihbUedIAKj4RuEf4kkV-vbvWIGn1smWrKgKSMshatduFAEmmvgqXw8xJWD4HOCJGKR_QbGuW_faDxiFOd0dtnB7-NRLh_E1Y3DVl-Kf/s1600/BadLands2.jpg&w=1024&h=768&ei=dbbPUYHgAYarrAfB74CgAQ&zoom=1&ved=1t:3588,r:0,s:0,i:76&iact=rc&page=1&tbnh=168&tbnw=217&start=0&ndsp=15&tx=147&ty=46