Thursday, December 27, 2018

GENESA ANDESIT

Beberapa orang yang berkecimpung di bidang kebumian, pertambangan atau perminyakan setidaknya pernah mendengar istilah ini. Andesit, merupakan produk pembekuan dari magma yang sangat panas di bawah maupun permukaan bumi. Bagaimana genesa batuan ini? Pada kesempatan kali ini saya akan memberikan informasi mengenai batuan beku bernama "Andesit".

Asal-Usul

Semua batuan beku terbentuk dari hasil pembekuan magma yang ada di bawah maupun permukaan bumi (baca Jenis Batuan di Bumi). Magma menerobos dan membeku secara intrusif dan ekstrusif. Batuan beku intrusif terbentuk jauh di bawah permukaan bumi dan memiliki ciri mineral pembentuknya berukuran besar atau kasar dan gampang dideskripsi dengan mata telanjang. Hal ini dikarenakan pembentukan mineral terjadi sangat lambat sehingga kesempatan mineral terbentuk secara sempurna lebih besar. Sedangkan untuk batuan beku ekstrusif membeku dengan cepat hampir mendekati permukaan bumi sehingga mineral pembentuknya cenderung halus dan perlu bantuan lup apabila melakukan deskripsi di lapangan.


Sumber gambar : Planet Earth

Proses Pembentukan Andesit

Andesit yang tergolong batuan beku intermediet, terbentuk dari hasil pembekuan magma dengan kandungan silika 55-62%. Kandungan mineral yang terdapat pada andesit sebagian besar kumpulan mineral piroksin dan hornblende dalam discontinous bowen series, plagioklas, sebagian kuarsa, mineral feldspar dan sebagian kecil biotit. Andesit merupakan batuan beku khas yang dominan ditemukan pada zona subduksi yang dicirikan oleh busur pegunungan api. Pada gambar di atas terdapat ekstrusive igneous rock, andesit terbentuk mendekati permukaan terutama zona gunung api/vulkanik. Contoh mudahnya kita temukan pada deretan gunung api aktif di Pulau Jawa dari barat sampai timur hampir rata-rata menghasilkan batuan andesit, sehingga batuan ini sangat khas menjadi penciri produk dari zona subduksi. 



Sumber gambar : GeologyIn

Deskripsi dan Kegunaan Andesit

Nama batuan (andesit), jenis batuan (batuan beku intermediet esktrusif/vulkanik), struktur batuan (masif), derajat kristalisasi (hipokristalin), granuralitas (fanerik sedang-halus), bentuk kristal (euhedral-subhedral), hubungan antar kristal (equigranular-hipidiomorf). 

Deskripsi di atas sebagai contoh sederhana dalam melakukan analisis batuan batuan beku di lapangan. Tahapan selanjutnya apabila ingin mengetahui lebih jelas komposisi mineral maka harus dilakukan analisis sayatan tipis petrografi. Hal ini bertujuan agar detail komposisi mineral yang terkandung dalam batuan dapat teridentifikasi dengan baik sehingga tidak salah dalam memberikan nama batuan di dalam dunia Geologi. Andesit sangat banyak digunakan dalam kehidupan manusia terutama untuk bahan baku perkuatan struktur bangunan, jalan hingga dijadikan deokorasi rumah. Selain karena warnanya yang cenderung agak gelap-keabuan juga kekuatan batuannya yang cukup kuat menyebabkan andesit sering digunakan oleh para praktisi di bidang teknik sipil maupun dekorasi.


Semoga artikel kali ini bermanfaat untuk kalian semua dan ingat komen dan share artikel ini apabila menarik dan menambah wawasan kalian. 😄


No comments:

Post a Comment